Bukan Sekadar Seragam: Polres Blitar Jadi Sahabat Pelajar lewat Program Polsanak


Bagi sebagian anak, melihat polisi mungkin masih identik dengan razia atau tilang. Namun Polres Blitar berusaha mengubah citra itu lewat program Polsanak (Polisi Sahabat Anak). Satuan Lalu Lintas Polres Blitar aktif menyambangi sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi tentang tata tertib dan tata krama berlalu lintas dengan cara yang hangat dan penuh canda. Materi yang diberikan meliputi pengenalan rambu-rambu lalu lintas, cara berkendara yang aman, serta pentingnya keselamatan diri saat berada di jalan. Semua dikemas dalam suasana yang membuat anak-anak justru menanti kedatangan polisi ke sekolah mereka.

AKP Galih Yasir Mubaroq, Kasat Lantas Polres Blitar, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari upaya menciptakan generasi penerus yang sadar aturan. "Budaya tertib kita tanamkan sejak dini. Harapannya, ketika dewasa nanti mereka bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas," ujarnya Jumat (15/5/2026). Ia menegaskan bahwa mendidik anak-anak tentang lalu lintas tidak bisa dengan cara yang kaku atau menakutkan. Justru dengan pendekatan yang ramah dan penuh kelembutan, pesan-pesan keselamatan akan lebih mudah meresap ke dalam ingatan mereka.

Selain memberikan edukasi, petugas Satlantas juga mengajak para siswa untuk berperan aktif. Anak-anak diajak maju ke depan untuk menyebutkan arti rambu-rambu, mempraktikkan cara menyeberang yang benar, bahkan sesekali berseragam layaknya polisi cilik. Interaksi humanis seperti ini sengaja dibangun agar tercipta kedekatan emosional antara Polri dan anak-anak. AKP Galih menambahkan bahwa ketika anak-anak sudah merasa nyaman dengan polisi, mereka akan lebih percaya diri bertanya dan lebih mudah menerima pesan-pesan keselamatan.

Polsanak bukan sekadar program seremonial, tetapi gerakan berkelanjutan untuk membangun fondasi budaya tertib dari akar yang paling muda. Polres Blitar percaya bahwa suatu saat nanti, ketika anak-anak ini tumbuh dewasa dan duduk di balik kemudi kendaraan, mereka akan teringat pada polisi-polisi ramah yang pernah mengajarkan arti penting keselamatan. Dan pada saat itu, jalanan Blitar akan lebih aman bukan karena takut tilang, tetapi karena setiap warganya tumbuh dengan sadar bahwa tertib adalah pilihan yang paling bijak.(Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama