Lahan hutan kerap dianggap tabu untuk digarap, tapi Aiptu Gunawan dari Polsek Wilangan membuktikan sebaliknya. Jumat (15/5/2026) ia turun ke Dusun Tampang untuk memantau langsung budidaya jagung di lahan Perhutani yang dikelola warga. Langkah ini adalah bagian dari strategi polisi dalam mendukung ketahanan pangan dari level paling bawah. Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menyebut bahwa anggota Polri harus jadi penggerak, bukan sekadar pengawas.
Warga memilih jagung karena mudah dirawat dan umur panennya relatif singkat. Dalam pemantauan itu, Aiptu Gunawan menemukan beberapa tantangan seperti akses air dan keterbatasan pupuk. Ia langsung mencatat dan berkoordinasi dengan penyuluh pertanian setempat. Dialog dua arah terjadi antara polisi dan petani, menciptakan rasa aman bagi warga yang sebelumnya khawatir diusir dari lahan Perhutani.
AKP Muh. Fatoni, Kapolsek Wilangan, menegaskan bahwa kehadiran polisi di ladang adalah bentuk jemput bola. Tidak perlu menunggu laporan, polisi turun lebih dulu untuk memotivasi warga agar terus produktif. Program ini juga selaras dengan visi Polri yang mendukung ketahanan pangan nasional secara konkret.
Hasilnya, tanaman jagung Dusun Tampang tumbuh subur dan menjadi pemasok pangan bagi warga sekitar. Polisi, petani, dan Perhutani kini berjalan beriringan. Lahan yang dulu tak terurus kini bernapas lagi untuk kesejahteraan bersama di Kabupaten Nganjuk.(Avs)
