Proses mengurus SIM sering dianggap ribet, apalagi bagi manula yang mungkin sudah lama tidak mengikuti perkembangan prosedur. Namun Senin (18/5/2026) di Satpas Satlantas Polres Nganjuk, kekhawatiran itu lenyap. Program Polantas Menyapa menghadirkan Brigpol Gathut sebagai petugas pendamping khusus untuk para lanjut usia. Tugasnya sederhana namun berarti: membantu mengisi formulir, mengarahkan ke ruang tes, dan menjelaskan setiap tahapan dengan bahasa yang mudah dipahami.(Avs)
AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas Polres Nganjuk, mengatakan bahwa pendampingan ini adalah bentuk apresiasi kepada manula yang masih peduli pada legalitas berkendara. "Mereka tetap ingin tertib, meski usia tidak muda lagi. Itu semangat yang harus kita dukung," ujarnya. Selain pendampingan teknis, Brigpol Gathut juga menyampaikan tips keselamatan berkendara khusus lansia, seperti pentingnya pemanasan ringan sebelum mengendarai motor, mengecek tekanan angin ban, dan menghindari jam-jam rawan kecelakaan.(Avs)
Suasana di loket pun berubah menjadi lebih hangat. Para manula yang datang sendiri merasa tenang karena ada petugas yang siap membantu kapan saja dibutuhkan. Brigpol Gathut tidak hanya duduk di belakang meja, tetapi juga bergerak aktif menemani pemohon ke setiap meja layanan. Bahkan saat ada manula yang lupa membawa fotokopi KTP, ia membantu mengarahkan ke tempat fotokopi terdekat tanpa membuat pemohon merasa direpotkan.(Avs)
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bagi satuan lalu lintas lainnya. Pelayanan humanis bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan. Terutama bagi kelompok rentan seperti manula, kehadiran pendamping khusus bisa mengubah pengalaman mengurus SIM dari yang menakutkan menjadi menyenangkan. Dari Nganjuk, Polri mengirimkan sinyal: tidak ada yang tertinggal dalam pelayanan publik, termasuk mereka yang rambutnya sudah memutih.(Avs)
