Senin (4/5/2026) menjadi titik balik bagi warga Desa Sidoharjo, Nganjuk. AIPDA Sugeng, Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng, memulai misi barunya: mendampingi warga memanfaatkan lahan pekarangan melalui program P2B yang kini diisi dengan pembibitan sawo dan kelengkeng. Bukan sekadar tanaman hias, bibit-bibit ini kelak akan menjadi sumber pangan bergizi sekaligus komoditas jual yang menguntungkan. AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menjelaskan bahwa inovasi seperti ini perlu terus didorong karena tidak semua keluarga memiliki lahan sawah yang luas. Dengan pekarangan yang produktif, kebutuhan pangan keluarga bisa terpenuhi tanpa harus membeli semuanya di pasar.
AIPDA Sugeng dalam pemantauannya tidak hanya fokus pada pertumbuhan fisik bibit. Ia juga mengedukasi warga tentang cara merawat tanaman buah jangka panjang, mulai dari pemupukan organik hingga pengendalian hama yang ramah lingkungan. Sawo dan kelengkeng dipilih karena keduanya relatif tahan terhadap perubahan cuaca dan tidak membutuhkan lahan luas untuk tumbuh baik. Kapolsek Warujayeng, Kompol H. Ahmad Junaedi, mengaku bangga dengan inisiatif anak buahnya. Menurutnya, polisi yang bisa mengajak warga menanam adalah polisi yang memahami bahwa keamanan juga berarti keamanan pangan.
Lambat laun, pekarangan warga Sidoharjo yang dulu gersang mulai berubah hijau. Ratusan polybag berisi bibit sawo dan kelengkeng tersusun rapi di halaman depan dan belakang rumah. Warga yang tadinya skeptis kini ikut serta karena mereka melihat tetangganya mulai menuai hasil dari program serupa. AIPDA Sugeng berkomitmen untuk terus memantau hingga bibit-bibit ini siap dipindahkan ke lahan permanen. Inilah polisi yang tidak hanya menjaga, tetapi juga menanam masa depan. (Avs)
