Viral! Pocong Bawa Celurit di Ngawi? Polres Ngawi Terjunkan Tim dan Temukan Fakta Sebaliknya


Dari mulut ke mulut, dari grup WhatsApp ke media sosial, kabar tentang teror pocong jadi-jadian di Ngawi menyebar seperti virus. Ceritanya mencekam: tiga orang beraksi dini hari antara pukul 00.00 hingga 02.00 menggunakan sepeda motor Honda Scoopy. Satu pelaku berseragam pocong bertugas mengintai rumah warga, dua lainnya membawa senjata tajam jenis golok dan celurit. Lokasi operasi disebut di Kecamatan Geneng, Gerih, hingga Ngawi Kota. Warga panik, terutama yang punya anak kecil atau tinggal di daerah sepi. Namun Polres Ngawi tidak mau terbuai oleh kepanikan. Mereka langsung bertindak.

Kasi Humas Polres Ngawi Iptu Dian Ambarwati, Sabtu (30/5/2026), mengumumkan hasil verifikasi faktual. "Setelah dilakukan pengecekan secara mendalam di lokasi-lokasi yang disebutkan, kabar tentang adanya komplotan begal berkafan tersebut dipastikan tidak benar," tegasnya. Polres Ngawi bahkan menerjunkan tim khusus untuk menyisir setiap sudut yang disebut dalam pesan berantai. Hasilnya nihil. Tidak ada saksi mata yang kredibel, tidak ada rekaman CCTV, tidak ada bekas jejak pocong atau senjata tajam. Dengan demikian, Polres Ngawi menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks kelas berat.

Meski demikian, Polres Ngawi mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. "Kami menghimbau masyarakat untuk tetap waspada. Khususnya saat keluar pada malam hari, sebab tindakan kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja jika ada kesempatan," ujar Iptu Dian. Hoaks pocong sudah dibantah, tapi kejahatan nyata seperti pencurian, perampokan, atau begal biasa tetap bisa terjadi. Karena itu, warga diminta tetap menjaga situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing. Jangan biarkan rasa takut palsu menggantikan kewaspadaan riil.

Polres Ngawi juga meminta warga yang menemukan aktivitas mencurigakan atau orang asing dengan gerak-gerik kriminal untuk segera melapor ke Polsek terdekat atau melalui nomor 110. Jangan ragu, karena laporan masyarakat adalah mata dan telinga kepolisian. Dari kasus ini, kita belajar bahwa hoaks tidak hanya menakut-nakuti, tetapi juga bisa mengganggu stabilitas sosial. Beruntung Polres Ngawi sigap. Kini masyarakat bisa bernapas lega: tidak ada pocong jadi-jadian di Ngawi. Yang ada hanyalah ajakan untuk tetap waspada, tetapi tidak perlu paranoid terhadap cerita-cerita yang tidak berdasar.(Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama