Surabaya- Polda Jawa Timur bergerak cepat menyambut peringatan 1 Suro 1448 Hijriah. Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast mengumumkan pengamanan ketat mulai 15 Juni hingga seluruh agenda Suroan rampung. Personel tambahan disiagakan di Polres jajaran, terutama di Madiun Raya yang menjadi pusat tradisi dan Surabaya Raya yang memiliki mobilitas tinggi. "Pengamanan disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kerawanan masing-masing wilayah," jelas Kombes Abast. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar menjaga stabilitas kamtibmas selama perayaan sakral yang selalu menyedot perhatian publik.
Surabaya- Dalam pengamanan ini, Polda Jatim mengeluarkan aturan khusus bagi peserta pengesahan perguruan silat. Mereka dilarang mengenakan atribut atau pakaian sakral selama perjalanan, dan wajib menggunakan kendaraan roda empat tertutup tanpa stiker perguruan. Larangan konvoi menjadi sorotan utama, karena sering menjadi pemicu kemacetan dan ketegangan di jalan raya. Peserta juga tidak diperbolehkan membawa tongkat, bendera, petasan, kembang api, atau flare. Setelah acara usai, peserta diminta pulang dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
Surabaya- Polda Jatim juga mengingatkan larangan provokasi, hoaks, ujaran kebencian, serta konsumsi alkohol dan narkoba. "Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan tetap patuhi aturan lalu lintas," imbau Kombes Abast. Dengan pengamanan yang diperketat dan kepatuhan masyarakat, Polda Jatim berharap peringatan 1 Suro di Jawa Timur dapat berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari warga maupun pengguna jalan.(Avs)
