Polantas Nganjuk di Bypass Ringinanom: Truk Mogok Bukan Masalah, Asalkan Tahu Pasang Segitiga Pengaman


Bypass Ringinanom, Nganjuk, yang terkenal sebagai urat nadi lalu lintas bagi truk dan kendaraan bermuatan besar, kembali menjadi saksi aksi sigap Polantas pada Rabu (3/6/2026). Sebuah truk mengalami lepas baut roda dan terpaksa berhenti di badan jalan untuk perbaikan, tepat di tengah kepadatan kendaraan yang melintas. Personel Satlantas Polres Nganjuk yang sedang melaksanakan patroli Polantas Menyapa langsung turun tangan, tidak hanya membantu pengaturan arus tetapi juga mengimbau sopir agar segera memasang lampu hazard dan segitiga pengaman. Kejadian ini menunjukkan bahwa mogok di jalan sebenarnya bukan masalah besar, selama pengemudi tahu prosedur keselamatan dan polisi hadir untuk memastikannya.

Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian, menyampaikan bahwa Bypass Ringinanom memiliki karakteristik lalu lintas yang unik: padat, didominasi kendaraan besar, dan kecepatan kendaraan cenderung tinggi. Beliau menegaskan bahwa ketika ada kendaraan berhenti darurat di jalur seperti ini, tanpa alat peringatan yang memadai, risikonya sangat besar. Pengemudi truk yang mengalami mogok wajib menyalakan lampu kedip dan memasang segitiga pengaman dengan jarak minimal 10-20 meter di belakang kendaraan. Hal ini bukan hanya aturan, tetapi kebutuhan mutlak agar pengguna jalan lain memiliki waktu untuk mengurangi kecepatan dan menghindari tabrakan.

Saat kejadian, petugas patroli dengan sigap membantu sopir truk yang tampak kebingungan di tengah lalu lintas yang padat. Mereka memasang segitiga pengaman, mengatur arus, dan berdialog dengan sopir tentang pentingnya melakukan pengecekan rutin pada kendaraan sebelum bepergian. AKP Ivan Danara Oktavian menambahkan bahwa program Polantas Menyapa akan terus diintensifkan di titik-titik rawan seperti Bypass Ringinanom, karena pendekatan preventif jauh lebih baik daripada menangani kecelakaan yang sudah terjadi. Kehadiran polisi di lapangan juga memberikan rasa aman bagi pengemudi lain yang melintas, karena mereka tahu ada petugas yang siap membantu jika terjadi hal-hal darurat.

Penutup dari cerita ini adalah bahwa setiap pengemudi bisa mengalami mogok, tetapi yang membedakan adalah bagaimana dia meresponsnya. Di Bypass Ringinanom, truk yang mogok berakhir dengan cerita selamat karena ada Polantas yang datang dan sopir yang mau mendengarkan imbauan. AKP Ivan Danara Oktavian berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pengemudi untuk selalu membawa segitiga pengaman dan tidak malas memasangnya. Karena di jalan raya, segitiga pengaman adalah pesan universal yang berkata, "Hati-hati, di sini ada masalah," dan pesan itu bisa menyelamatkan nyawa, termasuk nyawa Anda sendiri.(Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama