Bukan Hanya Rugikan Masyarakat: Polri Ancam Bandar Judi Online, Indonesia Bukan Tempat Berpesta


Kerugian akibat judi online tidak hanya dirasakan oleh individu yang kecanduan, tetapi juga membocorkan perekonomian nasional. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa pemberantasan praktik ini menjadi perhatian serius Polri, terutama setelah pengungkapan jaringan internasional di Jakarta Barat yang mengamankan 321 warga negara asing. "Pemberantasan perjudian online menjadi perhatian bersama karena sangat merugikan masyarakat, baik dari sisi sosial maupun perekonomian," ujarnya, Minggu (10/5/2026).

Polri berkomitmen untuk tidak membiarkan Indonesia menjadi tempat persembunyian atau operasi para bandar judi online dan pelaku scam internasional. Brigjen Pol. Trunoyudo menegaskan bahwa penegakan hukum akan dilakukan secara tegas. "Polri berkomitmen melakukan penegakan hukum secara tegas agar Indonesia tidak dijadikan tempat aktivitas bandar judi online maupun scam internasional," ungkapnya. Peringatan ini sekaligus menjadi respons atas masuknya jaringan kejahatan siber transnasional ke tanah air.

Pengungkapan 321 WNA tersebut merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden RI dalam penanganan kejahatan digital dan transnasional. Menurut Brigjen Pol. Trunoyudo, Polri tidak bekerja sendiri. Pemberantasan dilakukan secara berkelanjutan dan simultan bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk imigrasi dan lembaga terkait lainnya. Sinergi ini penting karena jaringan judi online biasanya juga melibatkan pencucian uang dan kejahatan siber lainnya.

Saat ini, proses pemeriksaan terhadap para pelaku terus berjalan. Polri juga mengembangkan kasus untuk mengungkap jaringan yang lebih luas di balik operasi tersebut. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak tergiur dengan iming-iming keuntungan instan dari judi online. Laporkan setiap aktivitas mencurigakan ke pihak berwajib, karena keamanan bersama adalah tanggung jawab kita semua.(Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama