Cuaca Ekstrem Tak Lagi Menakutkan, Ini Solusi Tanam Sayur Sepanjang Tahun dari Getas


Ketika musim hujan datang, banyak petani perkotaan mengeluh tanamannya membusuk. Saat kemarau panjang, daun layu sebelum sempat dipetik. Tapi tidak bagi warga Desa Getas yang telah memiliki greenhouse sederhana di pekarangan mereka. Dibimbing langsung oleh BRIPKA Moch. Muhajir, Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng, warga belajar membuat rumah plastik mini yang mampu melindungi sayuran dari panas berlebih, angin kencang, hingga genangan air hujan. Pemantauan rutin dilakukan pada Senin (11/5/2026) untuk memastikan tanaman dalam kondisi prima dan struktur greenhouse tetap kokoh.

Keunggulan utama greenhouse ini adalah kemampuannya menstabilkan suhu dan kelembapan di sekitar tanaman. Warga bisa menyiram saat tanah mulai terlihat kering, bukan karena terik matahari yang menyengat. Daun sayur juga lebih bersih karena tidak terkena percikan tanah saat hujan turun, sehingga risiko penyakit tanaman berkurang drastis. Di dalam greenhouse seluas enam hingga delapan meter persegi, warga Getas menanam pakcoy, caisim, dan bawang daun secara bergiliran. Hasilnya, panen bisa dilakukan setiap dua sampai tiga minggu, tidak tergantung musim.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menekankan pentingnya pendekatan berbasis inovasi masyarakat seperti ini. Menurutnya, Polri harus menjadi fasilitator yang membantu warga mengubah tantangan menjadi peluang. Kompol H. Ahmad Junaedi dari Polsek Warujayeng menambahkan bahwa greenhouse sederhana adalah bukti kreativitas lokal bisa setara dengan teknologi pertanian mahal. Warga belajar dari pengalaman, saling mengajari cara membuat rangka dari bilah bambu, memilih plastik yang tepat, dan membuat lubang udara agar sirkulasi tetap lancar. Hal kecil ini ternyata berdampak besar bagi ketahanan pangan keluarga.(Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama